MIDNIGHT MEMORIES
00:00 AM
Pulang, sejenak sebuah pelarian ini tak lengkap rasanya tanpa kembali ke tempat dimana hari-hari terasa begitu menyenangkan dilalui berdua bersama semua kebahagiaan yang pernah dirasakan bersama, berbaring di tempat tidur adalah sebuah pilihan ketika sudah tak mampu lagi untuk mengutarakan semua perasaan yang terlintas dibenak, tiba-tiba melihat waktu yang menunjukan pukul 00:00 am dan berharap sesuatu akan berubah ketika terlelap dan terbangun dari semua kenyataan pahit yang dilalui, mungkin tak akan seperti itu tetapi semuanya akan berakhir suatu hari nanti ketika saat yang baru mendapatkan tangan itu dan duniapun akan menahan napas untuk sesaat melepas kepergianmu.
Bernafaslah pertama kali, seperti salju yang turun memutihkan pekatnya hidup dan matahari yang bersinar cerah menerangi kekosongan sanubari ini, sedikit demi sedikit ketukan itu pergi dan aku pun tak bisa mengekspresikan wajah dengan mudah bahkan ketika aku berbicara pada diri sendiri, itu tidaklah mudah seakan semua kesalahan ini masih terus membekas di pikiran ini, percayalah kau akan bahagia ketika menyatukan kedua tanganku dan berdoa maka aku akan tersenyum besok, untukku merasa lebih baik menghadapi semua dengan wadah yang baru.
Sepintas, terdengar suaramu diantara kebisingan lalu lintas kota dipagi hari, saat aku menutup mata untuk mencoba menemukan suara itu dikegelapan cahayamu menyinari jalanku, semua malaikat yang mengenali rasa sakit terbang dengan sayap patah melewati malam dan mencari tujuan dari keresahan ini, aku percaya hal itu akan berubah karena tidak ada seorangpun di dunia ini yang sempurna, bahkan saat ini waktu mempunyai arti tersendiri ketika dua insan disatukan oleh suara.
Tidak pernah terlintas dibenakku bahwa akan ada malam tanpa tidur, keluarlah karena malaikat tak pernah berbohong jika disana terdapat jawaban yang selama ini kucari maka keluar dan beritahulah jiwa yang rapuh ini. disaat terjatuh, aku melihat setitik cahaya di dalamnya dan percaya bahwa fajar akan datang pada malam yang gelap melampaui masa depan, setiap hari melangkah dan tumbuh.
Tidak apa-apa sesekali memperlihatkan kelemahan dirimu, tidak apa-apa menjadi dirimu yang rapuh sebab jangan pernah membohongi dirimu lagi untuk yang kesekian kalinya, karena semua dihubungkan melalui suara. Aku menyerah dan memilih untuk menatap langit yang sedang tersenyum melihat diri ini yang sedang merindukan biru itu dan ternyata aliran dunia memiliki warna disetiap momennya dan berubah menjadi sebuah hal yang tidak akan pernah kita bayangkan, dan akhirnya aku akan berusaha untuk hidup kembali.
Komentar
Posting Komentar